NILAI GAWE PANGANTEN ADAT DAYAK PANTU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SELF LOVE SISWA DI SMP NEGERI 1 NGABANG, KABUPATEN LANDAK

Ester Oktaurina, Amelia Atika, Hastiani Hastiani

Sari


Fenomena perilaku siswa di sekolah yang bertentangan dengan norma adat istiadat menandakan telah pudar keyakinan terhadap nilai-nilai luhur sebagai petuah orang tua. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam tradisi local gawe adat Dayak Pantu serta implikasi dalam strategi bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan jenis penelitian study deskriptif, informan kunci dalam penelitian ialah tokoh adat Dayak Pantu, sumber data pendukung guru Bimbingan dan Konseling, orang tua, siswa dan buku tradisi perkawaninan adat Dayak Pantu. Fokus penelitian yaitu Implikasi Nilai Gawe Panganten Adat Dayak Pantu dalam Membentuk Karakter Self Love siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ngabang. Temuan dalam penelitian ini meliputi nilai-nilai tradisi Gawe Panganten dalam membentuk karakter Self Love siswa nilai kekeluargaan, nilai gotong royong, nilai kebersamaan, nilai penghargaan dan penghormatan, nilai kesepakatan dan perjanjian, nilai harmonis. Implikasi dalam bimbingan dan konseling adalah rekomendasi strategi layanan yakni buku diri yang memuat cerita nilai kekeluargaan, nilai gotong royong, nilai kebersamaan, nilai penghargaan dan penghormatan, nilai kesepakatan dan perjanjian, nilai harmonis dan dilengkapi lembar refleksi diri

Kata Kunci


Dayak Pantu, Nilai Gawe Panganten, Selflove

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dini, N Soedjijono, M, & Suryantoro, S. P.

“Upacara Adat Nyangahatn Gawe

Panganten Dayak Kanayatn (Kajian

Dengan Pendekatan Struktural)” (2019).

Hastiani, H., Rustam, R. & Heriyani, E.

“Bibliocounseling Berbasis Nilai

Kearifan Lokal Robo-Robo Etnis

Melayu Sebagai Penegasan Identitas

Diri Remaja Pontianak” Journal of

Counselling and Personal Development

(2019).

Hastiani, H., & Hariko, R. “Identification of

saprahan values as formers of gifted

students empathy in high school students

in Pontianak”. International Journal of

Research in Counseling and Education

(2018).

Hastiani, H., Atika, A., Rustam, R.,

Nikman, M., & Rahmi, N. “Affirmation

of Student Identity Facing the

Challenges of Islamic Education in the

Era of Society 5.0”. Didaktika

Religia, 10(2) (2022).

Hastiani, H., Ramli, M., Saputra, R., Alfaiz,

A., Suarja, S., Mulyani, R. R., & Aulia,

R. “Saprahan as Indigineous Value to

Maintain Self-Identity of Adolescents in

Pontianak Region.” Acta Counseling

and Humanities. (2020).

Kurniawan, R. Alhakim, A., Arafah, N.N,

Sherry, S. Angelino, K. & Tan. C.

“Cintai Diri Sendiri dan Bangun Simpati

untuk Mencegah Bullying dan Hate

Speech di Kalangan Pemuda” Jurnal

Abdimasa Pengabdian Masyarakat

(2021).

Moleong, L. J., & Edisi, P. R. R. B.

“Metodelogi penelitian” Bandung:

Penerbit Remaja Rosdakarya . (2004)

Nasution, S. “Metode Research (penelitian

ilmiah)” (2009).

Wijaya, H. “Analisis data kualitatif model

Spradley (etnografi)” (2018)


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##